Mahasiswa KKN Ubah Daun Mimba menjadi Pestisida Organik

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Tanaman mimba mengandung senyawa aktif yaitu azadirachtin dan Salanin yang mampu menghambat pertumbuhan hama pada tanaman. Divisi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sendang Laok mengubah daun mimba menjadi pestisida organik dalam Pelatihan Pengolahan Daun Mimba pada Minggu, (2/12). Pelatihan yang diadakan di Balai Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan diikuti oleh para Bapak dan Pemuda setempat. Deddy Kurniawan - Ketua Divisi TTG Kelompok KKN Desa Sendang Laok mengatakan, “tanaman mimba banyak ditemui di Desa Sendang Laok. Oleh karena itu kami berupaya memanfaatkan tanaman tersebut menjadi pestisida organik sebagai pembasmi hama tanaman. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat yang mayoritas petani”.

Lebih lanjut Deddy menerangkan proses pembuatan pestisida organik, “Untuk membuatnya diperlukan daun mimba sebanyak 250 gram serta bahan-bahan tambahan seperti 50 gram bawang putih dan 1 sendok teh deterjen. Kemudian ditambahkan 2.500 ml air. Terakhir diendapkan selama satu malam agar bahan-bahan tercampur dengan sempurna.” Tidak berhenti sampai disitu, Divisi TTG Kelompok KKN Desa Sendang Laok mengemas pestisida organik daun mimba ke dalam botol dan diberi label produk “IMBAPESTOR”. “Selain dapat digunakan masyarakat setempat, kini olahan mimba tersebut lebih mempunyai nilai ekonomis yang nantinya dapat dipasarkan,” kata Deddy.

Deddy dan kelompoknya berharap IMBAPESTOR bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Kepala Desa Sendang Laok merasa bangga karena KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah membantu desanya dalam mengembangkan lingkungan serta potensi masyarakat. Dia mengaku bahwa dirinya dan masyarakat setempat belum mengetahui jika daun mimba dapat menghambat perkembangbiakan hama serta dapat mengusir hama pada tanaman. “Terima kasih banyak, masyarakat kami tertolong dengan adanya pestisida organik ini, murah dan lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia. Mereka tidak perlu membeli pestisida yang relatif mahal dan sudah tercampur dengan bahan kimia yang bisa berpotensi menghilangkan kandungan nutrisi pada tanaman,” tuturnya saat ditemui di akhir pelatihan.(um/aep)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bupati Gresik Sambut 998 Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya

Sulap Limbah Kulit Jagung menjadi Bunga Hias

Pemkab Gresik Gandeng UNTAG Surabaya Kenalkan Wisata Baru