Sulap Limbah Kulit Jagung menjadi Bunga Hias
Masyarakat Desa Bringen, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan menggantungkan pekerjaannya sebagai petani, ternak sapi, dan penghasil mangga. Hasil bertani tersebut akan langsung dijual tanpa diolah terlebih dahulu menjadi bahan jadi yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Sabtu, (8/12) Divisi Kewirausahaan (KWU) Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Bringen mengadakan ‘Pelatihan Ketrampilan Limbah Kulit Jagung’. Bertempat di Balai Desa Bringen. “Mereka takut gagal dan kurang inovatif dalam mengolah hasil bertani mereka. Salah satu aktivitas masyarakat di sini saat musim kemarau adalah menanam jagung yang tidak membutuhkan banyak air,” kata Alfia Retna Windria-Ketua Divisi Kewirausahaan Kelompok KKN Desa Bringen.
Lebih lanjut Alfia menuturkan, limbah kulit jagung di Desa Bringen sangat melimpah. “Di desa ini, kulit jagung hanya dijadikan untuk makan ternak saja. Padahal apabila mau mengolah limbah kulit jagung dapat dijadikan sebuah karya yang bernilai jual,” tuturnya. dari limbah kulit jagung tersebut dapat dibentuk menjadi bunga dan ketrampilan yang lainnya, namun membutuhkan kesabaran dan ketelatenan karena pembuatannya membutuhkan beberapa proses,” kata Alfia. Pelatihan tersebut diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat (PKK) setempat.
Kreasi limbah kulit jagung melalui beberapa tahapan, yaitu: perebusan kulit jagung dengan citrun, proses pewarnaan, proses pengeringan, hingga proses pembentukan menjadi kelopak-kelopak bunga yang dapat dijadikan ketrampilan. Alfia menuturkan kelompoknya tidak ingin pembuatan keterampilan dari limbah kulit jagung ini adalah yang pertama dan terakhir. “Kami akan mengadakan Kompetisi Kreasi Limbah Jagung bersamaan dengan Kompetisi Pembuatan Selai Mangga dan Olahannya,” tuturnya. Dalam kompetisi tersebut akan hadir Novi Theresia Kiak, SE .M.SE sebagai narasumber dan juri. Kepala Desa Bringen-H. Mohammad Ali mengaku takjub melihat antusiasme warga, “Saya senang pelatihan ini ramai sekali. Biasanya kalau diadakan acara penyuluhan tidak ada yang datang.” (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |
.jpg)
Komentar
Posting Komentar