46 Mahasiswa KKN Non Reguler UNTAG Surabaya Kembali Abdikan Diri di Kelurahan Menur Pumpungan

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada dasarnya adalah bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan perwujudan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara penuh. Sebanyak 46 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengikuti Pembukaan KKN Non Reguler pada Jumat, (23/11) di Pendopo Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Sekretaris Kelurahan Menur Pumpungan-Sri Rohana, S.Pd. mengatakan seluruh warga Menur Pumpungan sangat berbangga dan sangat menerima kehadiran peserta KKN. Dia berharap mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik dan bermanfaat bagi RT 4 RW 1 Kelurahan Menur Pumpungan. “Semoga ilmu yang didapatkan di kampus bisa ditularkan kepada warga kami sehingga hasil KKN ini bisa bermanfaat bagi warga kami,” katanya. Kepada peserta KKN dia berpesan agar tidak kaget dengan keadaan lingkungan disana dan berharap bisa membantu membenahi.

Gin Gin Ginanjar, SP. selaku perwakilan Kecamatan Sukolilo memohon maaf, Ibu Camat tidak bisa hadir karena harus menghadiri acara pelantikan di kota. Senada dengan Sri dia berterima kasih kepada UNTAG Surabaya dan menyambut KKN ini. “Terima kasih sudah dibantu terkait masalah lingkungan yang menjadi perhatian Bu Camat. Harapan beliau bisa memberikan manfaat di lingkungan RT 4 RW 1. Harapan kami ada feedback dari kegiatan ini,” ucapnya. Dia berharap peserta KKN yang berasal dari bidang disiplin ilmu berbeda ini dapat mendiskusikan program yang akan dijalankan atau mengikuti dan menambah nilai program yang diberikan pemerintah kota.

Wakil Rektor 1 UNTAG Surabaya-Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng. turut hadir untuk mengantarkan mahasiswa peserta KKN Non Reguler. Dia menuturkan, “Tahun ini ada 417 peserta KKN Non Reguler, 46 mahasiswa ditempatkan di Menur Pumpungan dan 357 sisanya di Kabupaten Bangkalan.” Menurutnya KKN merupakan  wadah pengabdian mahasiswa, sebelum mereka lulus agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Dia mengaku bangga, meskipun KKN baru dibuka tetapi kegiatan KKN telah dimulai beberapa hari sebelumnya melalui pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang berhasil meraih predikat terbaik di Kota Surabaya. “Semoga mahasiswa bisa menyesuaikan diri. Mohon bimbingan dari jajaran kelurahan. Karena jarak lokasi KKN dan kampus dekat, jika ada kendala atau masalah mohon bisa segera dikonsultasikan,” tukasnya. (um)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bupati Gresik Sambut 998 Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya

Sulap Limbah Kulit Jagung menjadi Bunga Hias

Pemkab Gresik Gandeng UNTAG Surabaya Kenalkan Wisata Baru